Gua Pindul
salah satu wisata alam gua yang menyajikan keindahan alam dan juga
petualangan yang seru. Gua Pindul memiliki panjang sekitar 350 m, lebar
hingga 5 m, jarak permukaan air dengan atap gua 4 m, dan kedalaman air
sekitar 5-12 m. Goa ini memiliki 3 zona. zona terang, zona remang, dan
zona gelap. waktu tempuh sekitar 45 menit. Cave tubing
hampir sama dengan rafting. Jika rafting (arung jeram) adalah kegiatan
menyusuri aliran sungai dengan menggunakan perahu, maka cavetubing
adalah kegiatan menyusuri gua menggunakan ban dalam. Karena aliran air
di Gua Pindul ini tenang maka melakukan cave tubing di Gua Pindul ini
juga bisa dilakukan oleh pemula maupun anak kecil bahkan wanita hamil
pernah.
Tidak
diperlukan persiapan khusus untuk melakukan cave tubing di Gua Pindul.
Peralatan yang dibutuhkan hanyalah ban pelampung, life vest, serta head
lamp yang semuanya sudah disediakan oleh pengelola. Aliran sungai yang
sangat tenang menjadikan aktivitas ini aman dilakukan oleh siapapun,
mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Waktu terbaik untuk cave
tubing di Gua Pindul adalah pagi hari sekitar pukul 09.00 atau 10.00
WIB. Selain karena airnya tidak terlalu dingin, jika cuaca sedang cerah
pada jam-jam tersebut akan muncul cahaya surga yang berasal dari sinar
matahari yang menerobos masuk melewati celah besar di atap gua.
Sambil merasakan dinginnya air sungai yang membelai tubuh di
tengah gua yang minim pencahayaan, seorang pemandu bercerita tentang
asal-usul penamaan Gua Pindul. Menurut legenda yang dipercayai
masyarakat dan dikisahkan turun temurun, nama Gua Pindul dan gua-gua
lain yang ada di Bejiharjo tak bisa dipisahkan dari cerita pengembaraan
Joko Singlulung mencari ayahnya. Setelah menjelajahi hutan lebat,
gunung, dan sungai, Joko Singlulung pun memasuki gua-gua yang ada di
Bejiharjo. Saat masuk ke salah satu gua mendadak Joko Singlulung
terbentur batu, sehingga gua tersebut dinamakan Gua Pindul yang berasal
dari kata pipi gebendul.
Selain menceritakan tentang legenda Gua Pindul, pemandu pun akan
menjelaskan ornamen yang ditemui di sepanjang pengarungan. Di gua ini
terdapat beberapa ornamen cantik seperti batu kristal, moonmilk,
serta stalaktit dan stalagmit yang indah. Sebuah pilar raksasa yang
terbentuk dari proses pertemuan stalaktit dan stalagmit yang usianya
mencapai ribuan tahun menghadang di depan. Di beberapa bagian atap gua
juga terdapat lukisan alami yang diciptakan oleh kelelawar penghuni gua.
Di tengah gua terdapat satu tempat yang menyerupai kolam besar dan
biasanya dijadikan tempat beristirahat sejenak sehingga wisatawan dapat
berenang atau terjun dari ketinggian. Tatkala YogYES masih menikmati
indahnya ornamen gua di sela bunyi kepak kelelawar dan kecipak air,
mendadak pengarungan sudah sampai di mulut keluar gua. Bendungan
Banyumoto yang dibangun sejak jaman Belanda dengan latar belakang
perbukitan karst pun menyambut.

Komentar
Posting Komentar