Menikmati Sunset dan Pasir Putih di Pantai Indrayanti


Pantai Indrayanti, nama pantai dengan pasir putih yang sangat indah dan terletak di Jogja ini tidak banyak* terdengar aneh, mengingatkan pada suatu* nama “Indra” serta “Yanti”. Pasangan suami istri yang namanya terpampang di depan restoran miliki swasta di kawasa pantai. Ternyata orang yang datang ke pantai ini lebih menilik* nama Indrayanti daripada Pantai Pulang Syawal yang dipungut* dari nama desa di sekitar* pantai. Nama Indrayanti terlanjur tak asing* di telinga masyarakat lokal maupun wisatawan. Sempat dipersoalkan* oleh Pemda DIY dan berhembus wacana inginkan* ditutup. Permasalahan izin sah* menjadi pemicu di samping* dikeloloa oleh pihak swasta dan menyalahi spadan pantai. Pemda DIY pun* menilai pantai ini tidak berkontribusi langsung untuk* pemasukan DIY.

Sebenarnya nama Indrayanti bukanlah nama sah* pantai tersebut. Nama Indrayanti dipungut* dari salah satu empunya* dan pengelola kafe dan restoran yang sangat* terkenal yang berada dikawasan tersebut. Pemilik kafe tersebut ialah* Pak Indra dan Bu Yanti. Dan Nama Indrayanti tersebut* terpampang dipapan nama cafe dan restoran tersebut. Sehingga tidak sedikit* warga yang menyinggung* pantai itu* dengan pantai Indrayanti. Nama sah* yang diserahkan* oleh Pemerintah itu* sebenarnya ialah* Pantai Pulang Syawal. Pantai Indrayanti memiliki* pemandangan yang bertolak belakang* dibanding dengan pantai beda* yang terdapat* di Sekitarnya. Pantai dengan panjang tidak cukup* lebih 500 meter ini berpasir putih nan halus. Terdapat pun* batu karang yang akan menciptakan* suasana lebih eksotis.Ada satu yang unik* dari lokasi* tersebut yaitu* pengunjung bakal* dikenakan denda Rp. 10.000 andai* membuang sampah sembarangan. Hal ini dilakukan supaya* pantai tetap bersih indah, dan bebas dari sampah sampai-sampai* tetap nyaman guna* dikunjungi. Selain merasakan* pemandangan yang paling* indah, Pengunjung bisa* bermain main pasir putih yang halus dan air laut yang jernih. Setelah lelah bermain air dan pasir di pantai ini, kita dapat* istirahat sejenak di gazebo gazebo yang tercipta* dari kayu yang sedang di* sepanjang bibir pantai sambil merasakan* segarnya kelapa muda yang sudah* disediakan kafe kafe disekitar lokasi. Selain tersebut* kita pun* bisaduduk dan bersenda gurau* bersama rekan* ditepi pantai dengan mencarter* payung besar yang akan mengayomi* kita dari terpaan matahari.

Komentar